=========================HIDUP BERSAMA SCIENE==========================
Meningkatnya jumlah sampah yang ada di masyarakat
telah menjadi permasalahan yang cukup rumit untuk dipecahkan. Di antara sampah
tersebut adalah sampah organik, seperti sampah rumah tangga, daun-daun kering,
kain yang berbahan serat alami (Suyitno, 2007). Hal ini mendorong banyak orang
untuk mengolah sampah tersebut menjadi barang yang lebih bernilai, seperti
pemanfaatan kulit dari buah dan biji-bijian dari sampah organik menjadi sesuatu
yang bernilai. Salah satu cara pemanfaatan limbah buah menjadi sesuatu bernilai
adalah ektraksi minyak atsiri kulit buah (Astarini, 2010 dan Fong, 2012). Salah
satu kulit buah yang dapat dimanfaatkan adalah kulit jeruk manis (Citrus
sinensis). Senyawa kimia yang terdapat dalam kulit jeruk manis dapat
dimanfaatkan karena memiliki gugus penyusun pektin (Srivastava dan
Malviya, 2011) dan minyak atsiri.
Pangkalpinang merupakan kota yang memiliki banyak
sumber daya alam salah satunya buah jeruk,masyarakat yang terbiasa makan jeruk
lalu kulitnya dibuang begitu saja padahal kulit yang dibuang memiliki banyak
manfaat bagi kita.Hal ini terjadi tanpa kita sadari bahwa hal kecil seharusnya
dapat kita pergunakan sebaik-baiknya.
Dikarenakan mayoritas dipinggiran jalan di kota
Pangkalpinang banyak yang berjualan buah buahan termasuk byah jeruk manis.Para
pedagagang tidak menyadari bahwa tidak isi dari buahnya saja bermanfaat namun
kulitnya juga.Dari hal ini mencoba
penelitian pembuatan minyak yang bahan bakunya ialah kulit jeruk manis.Tanaman
jeruk merupakan komoditas buah unggulan nasional karena memiliki nilai ekonomi
tinggi, adaptasinya sangat luas, sangat populer dan digemari hampir seluruh
lapisan masyarakat, dan nilai impornya cenderung meningkat (balitbang, 2016).

Komentar
Posting Komentar